.:" I love you, not only for what you are, But for what I am when I am with you ":.

Rabu, 27 Juli 2011

TRAGEDI CELANA SETENGAH PAHA

Bismillaahirrahmanirrahim
Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokah
Senyum, Salam, Sapa, Semangat yaa Shohabah fillah

Setiap hari Ahad pagi, biasanya saya menghadiri kajian di sebuah masjid di kawasan Bogor..
Alhamdulillah, jumlah jama'ah yang hadir mencapai ratusan orang plus selalu ada materi yang bikin hati jadi adem. Panitianya pun selalu menyediakan hijab pembatas kain gelap yang dipasang membentang antara tempat duduk jama'ah putra dan putri. So, jama'ah bisa konsentrasi mengikuti kajian karena nggak bisa lirak-lirik atau dilirik-lirik oleh lawan jenis (karna kalo kebanyakan lirak-lirik ntar matanya keseleo lho :D)

Tapi saat saya keluar dari masjid, semua tampak berbeda. Jika di masjid saya hanya melihat beberapa pria memakai baju muslim plus celana yang rapi atau para wanita yang berjilbab syar'i, di sekitar masjid malah banyak pemandangan tidak senonoh,hadewh..>.
Banyak diantara wanita yang memakai pakaian ketat, tanpa kerudung dan terkesan tabaruj (berhias secara berlebihan). Dan yang lebih parah, banyak yang mengenakan celana setengah paha. Ini bukan kaum Adam, melainkan kebanyakan dari mereka adalah kaum hawa yang masih remaja. Astaghfirullah! T.T

DUH, KOK BANYAK YANG KAYAK GINI?


Dahulu, kalo ada wanita yang sampai kebuka pahanya di depan umum mungkin akan malu banget. Gimana nggak malu kalo organ yang paling urgent kayak gitu harus dilihat oleh orang banyak. Tapi sekarang ceritanya berbeda. Sekarang malah ada sebagian orang yang bangga kalo pahanya tersingkap. Ada juga yang memang sengaja menyingkapnya agar dilihat orang. Lho kok malah kayak gini? Alhasil, celana pendek yang ukurannya sudah mepet malah di desaign lebih ramping hingga panjangnya cuma setengah paha plus rapet banget. Naudzubillah.
Anehnya celana setengah paha kayak gitu malah banyak disukai oleh para remaja putri masa kini. Ini tampak dari mudahnya ditemui remaja putri yang mengenakan celana”aneh” di pusat-pusat keramaian, seperti mall,terminal, dan area pertokoan. Meskipun tak menutup kemungkinan wanita yang sudah berumur mengenakan celana seperti itu, tapi mayoritas pemakai celana setengah paha adalah kelompok usia remaja. Rasa malu dan sungkan seolah sudah tak ada lagi. Tak mengherankan jika para lelaki harus selalu extra gadhulbashar (menundukkan pandangan) saat melewati tempat-tempat seperti itu.
Nah sobat, tentu fenomena ini menjadi keprihatinan banyak kalangan. Nggak hanya orang tua lho, kalangan akademis pun mengaku prihatin dengan trend celana setengah paha ini (kamu juga kan? :-D). Bahkan kalo di Washington, bentuk keprihatinan pemerintahnya sampai mengeluarkan Perda Larangan berpakaian tidak senonoh lho.. kan di Indonesia ada juga UU Pornografi? Betul memang ada UU kayak gitu, tapi efeknya belum membumi alias belum kelihatan banget. Buktinya, bentuk pornografi kayak gitu belum ditangani secara serius oleh pemerintah dan masyarakat. Jangan salahkan kalo masyarakat kita makin hari makin menikmati ‘acara bebas’ ini,hufftt.. :(

LHA KOK MALAH TAMBAH?


Belum selesai urusan celana setengah paha, budaya ini malah menggandeng tindak maksiat yang lain. Sebut saja perzinaan. Kita memang tidak bisa tutup mata dan telinga untuk masalah yang satu ini. Betapa banyak kasus perzinaan di kalangan remaja yang awalnya cuma dari ngeliat paha. Dari ngeliat itu kemudian dilanjutkan hingga perzinaan,bahkan pemerkosaan. Tak mengherankan jika angka pemerkosaan, hamil diluar nikah, perzinaan, dan seabrek maksiat lainnya selalu meningkat dari waktu ke waktu.
Celana setengah paha juga menggandeng efek negatif lain dari sudut kesehatan. Akibat budaya ini, banyak wanita yang menderita penyakit kanker kulit. Mereka harus berjuang dengan rasa sakit karena sengatan matahari telah merusak kulit. Lebih dari itu, alat-alat kosmetik yang konon bisa melindungi bagian dari sinar matahari malah ada yang menyebabkan penyakit. Nah lho! Anehnya masih banyak yang nggak jera dengan memakai celana setengah paha, ampun dahhh….

KUATKAN IMANMU, PILIHLAH GAYAMU?!


Tak bisa dipungkiri kalo fenomena ini bisa merajalela karena lemahnya iman yang bersemayam di hati para remaja putri di sekitar kita itu. Kalo iman itu kuat mengakar, tentu mereka akan malu untuk melakukan hal-hal seperti itu. Jangankan untuk berpakaian seperti itu, bertutur kata yang tidak baik pun mereka akan berpikir seribu kali kalo ada rasa iman dan malu dalam hati.
Selain lemah iman, merajalelanya budaya celana setengah paha juga karena adanya culture attact atau serangan budaya dari dunia barat ke dalam kehidupan masyarakat kita. Budaya celana itu merupakan modifikasi budaya bebas barat yang sangat suka dengan acara buka-buka aurat plus glamour. Dan jangan anggap remeh culture attact ini. Karena culture attact kayak gini bisa membuat orang kuat iman sekalipun bisa termakan oleh fitnah syahwat.

BANTU SODARAMU!!


Jadi inget dengan firman Allah SWT,
“Dan orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridho kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka.” (Al Baqarah: 120)


Cara berpakaian juga bisa jadi merupakan upaya orang-orang kafir untuk menyingkap kehormatan kaum muslimin, terutama para muslimahnya. Perlahan tapi pasti mereka hendak mempreteli semua pakaian yang menutupi kehormatan seorang Muslimah, hingga benar-benar kaum muslimahnya meninggalkan rasa malu. Seperti halnya celana setengah paha, sangat jelas merupakan hasil karya tangan-tangan kafir yang memang dilariskan di kalangan kaum muslimin. Meski tahu itu nggak baik, tetap saja dilakukan.
Ironisnya, para muslimah yang kukuh dengan jilbab syar’inya malah dicap sebagai orang kuno,kampungan,nggak gaul de el el. Sedang mereka yang semi telanjang dibilang modern plus gaul. Emang benar sabda Nabi yang mengatakan bahwa tidak ada generasi kecuali generasi berikutnya lebih buruk dari generasi yang sebelumnya. Terbukti kini, banyak keanehan yang berbau haram dan maksiat kian nyata di depan mata. Pakaian yang tak lagi wajar menjadi trend yang digandrungi plus dipopularkan. Sedang yang syar’I makin dibenci dan ditinggalkan.

Saudari seimanku yang dimuliakan Allah..
Alhamdulillah, jika kamu sudah terbebas dari gaya celana aneh setengah paha. Tentu kamu kudu hati-hati dan berusaha menjaga label iman di dada. Tapi, jangan cuma menguatkan imanmu sendiri lho. Bantulah teman-temanmu juga untuk menguatkan iman mereka. Selalu nasehatilah mereka agar mau bersama-sama meninggalkan hal-hal yang haram dan berlomba-lomba dalam amal shalih. Kalo udah kayak gini, insya Allah,gaya celana setengah paha kayak gitu bisa musnah dari kehidupan sekitar kita. Nggak percaya? Buktikan aja dech…. ^_^

Barokallahufiikum. Semoga Bermanfaat
(Kritik dan Saran dipersilahkan, jika dirasa bermanfaat silahkan di share)
Banyak sayang dan cinta,
Wassalamu’alaykum

Tidak ada komentar: