.:" I love you, not only for what you are, But for what I am when I am with you ":.

Selasa, 21 Desember 2010

KETIKA HARUS MEMILIH

Sahabat Hikmah…

Ada cerita menarik yang bisa diambil HIKMAHnya:

Pada suatu kelas extention, seorang dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang

sudah berumah tangga.

"Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."

Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.

Dosen: ”Silahkan Tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan Tulis !”

Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.

Dosen: ”Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”

Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.

Dosen: ”Silahkan Coret 2 lagi !”

Mahasiswa itu lalu mencoret nama teman-teman kantornya.

Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”

Mahasiswa Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus dipilih.

Tiba tiba Dosen Berkata : ”Silahkan Coret 1 lagi !”

Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”

Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu mahasiswa itupun menangis.

Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?”

Semua orang didalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari Mahasiswa tersebut.

Lalu mahasiswa itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah istri saya."


Sahabat Hikmah...

Rugi dan binasalah suami-suami yang tidak menghargai isteri mereka.

Karena isteri inilah yang telah memberikan segalanya.

Dia telah memberikan kita anak, mengurus rumah, keuangan.

Menyiapkan makanan, baju dan menjadi penghibur kita .

Dan dia akan tetap setia menemani dan mengurus kita sampai ajal menjemput, walaupun yang lain telah pergi dengan urusannya.

Biarpun tak secantik bintang, tetapi dia adalah isterimu.

Dan dialah yang halal untukmu.

Sayangi dan syukuri…..

Firman Allah :

"Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang patut. Kemudian apabila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikannya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisaa:19)

Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Janganlah seorang mukmin membenci mukminah, jika ia tidak suka salah satu akhlaq (istri)nya, ia menyukai daripadanya akhlaq yang lain” –atau beliau bersabda ; “sesuatu yang lainnya”. (HR.Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Berwasiatlah kepada wanita dengan baik, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka apabila kamu langsung meluruskannya maka kamu telah mematahkannya. Dan apabila kamu membiarkannya, maka dia akan bengkok selamanya, maka berpesan-pesanlah kepada wanita”. (HR.Bukhari-Muslim)

”Wanita itu bagaikan tulang rusuk, jika kamu meluruskannya (secara paksa) maka kamu mematahkannya, dan jika kamu mencari kepuasan daripadanya maka kamu akan mendapatkannya, dan padanya tetap ada yang bengkok”. (HR.Bukhari-Muslim)

Dari Mu’awiyah Ibn Haidah ra, dia berkata :”Saya bertanya kepada Rasulullah : ”Wahai Rasulullah apa hak istri salah seorang kami atas suaminya ?”. Beliau menjawab :”Kamu memberinya makan kalau kamu makan, kamu memberinya pakaian kalau kamu berpakaian, jangan memukul wajah, jangan mencaci menjelek-jelekkan dan jangan berpisah ranjang dengannya kecuali dalam satu rumah”. *) (HR.Abu Daud, hadits hasan)

Dari Abddullah Ibn Umar Ibn Al-Ash ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ”Dunia ini adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah”. (HR.Muslim)

Wallahu a'lam bi showab

O.F.A

Sumber :

http://kata2-hikmah-ofa.blogspot.com/2010/12/ketika-kita-harus-memilih.html



Dua Hati Satu Cinta Satu Tujuan

Dua kepala, dua karakter, dua perbedaan namun satu visi dan misi menyatukan cinta di keduanya. Berjalan bersama beriringan menciptakan sebuah melodi kehidupan yang indah. Namun di pertengahan jalan mereka tersandung kerikil-kerikil cobaan. Hadir untuk menguji kesabaran mereka. Memberikan ujian kehidupan berbentuk masalah.

Semakin mereka berjalan jauh, maka ujian yang mereka temui semakin rumit, setahap demi setahap terus tinggi tingkat kesulitannya.

Kerikil cobaan itu semakin besar dan menguras tenaga dan air mata tetapi dua anak manusia yang saling mencintai itu terus melangkah maju dan konsisten pada langkah mereka. Keduanya saling menguatkan, saling menyemangati walau kadang air mata menghiasi pipi sang gadis. Sang lelaki layaknya pemimpin menggengam erat tangan sang gadis berjalan optimis menuju kata pernikahan yang telah lama mereka rencanakan. Sang lelaki tak pernah putus asa, semakin kuat cobaan yang mereka hadapi maka semakin kuat pula keyakinannya. Ia tak pernah menyalahkan sang pemilik cinta karena baginya kerikil cobaan ini juga bentuk kasih sayang Nya pada cinta mereka.

Di sepanjang jalan mereka bercengkrama, tertawa dan sambil bergurau dan ada kalanya mereka murung dan bersedih bahkan bertengkar tapi langkah mereka terus maju tak pernah sedikit pun terhenti ataupun terpikirkan di benak mereka untuk istirahat sejenak.

Di perjalanan pun mereka juga pernah menemukan godaan dan rayuan manis dari orang-orang yang tak sengaja berpapasan. Menawarkan segala keindahan dan kenikmatan dengan iming-iming yang sangat menggiurkan. Ada yang mencoba menyelusup diantara mereka bahkan ada pula yang mencoba meleraikan genggaman tangan mereka. Merebut salah satu di antara keduanya.

Syukurlah keduanya masih kukuh dan memegang teguh komitmen mereka. Tak sedikit pun cinta mereka pudar. Hati mereka masih tetap menyanyangi. Genggaman mereka semakin erat dan cinta mereka semakin tumbuh subur di hati masing-masing.

Inilah ujiannya. Allah terus menguji mereka, apakah mereka bisa kuat melewati kerikil itu atau memutuskan menyerah di pertengahan jalan. Bukan karena Allah tak merestui mereka tetapi mereka yakin ini semua karena Allah sangat menyanyangi mereka. Allah perhatian hingga memberikan mereka kerikil cobaan agar mereka menjadi insan yang kuat dan tidak gampang menyerah, karena cinta, cobaan, tawa dan air mata adalah satu kesatuan.

Jumat, 10 Desember 2010

PANGERAN

Pangeran,aku tahu dalam duduk silamu menderu kegalauan dalam sujudmu hatimu bergetar dalam dzikirmu ada harapan keinginanmu untuk segera bersanding dengan belahan hatimu permaisuri impian yang engkau perjuangkan.

Pangeran,aku pun demikian ingin kujawab deru hatimu yang menggebu dengan cinta dan kasih sayang setulus hatiku

Pangeran,engkau pasti tahu ALLah telah dan akan menggariskan setiap alur hidup kita jangan lah lelah berjuang

Pangeran,simpan lah niat sucimu sampai ketentuanNya datang dalam balutan ibadahmu kepadaNya itu akan mulia dan istimewa

Pangeran,aku pun juga akan demikian kusimpan segalanya hanya untukmu saat engkau menjemputku dengan pinanganmu

Pangeran,perbanyaklah ikhtiar dalam ibadahmu jagalah hati dan dirimu hanya untukku.

Pangeran,aku pun juga demikian aku akan berusaha maksimal mencangkul ilmu dan persiapan semampuku sebelum engkau membawaku ke istanamu menjadikanku pelabuhan hatimu dan ibu dari buah hatimu.

Pangeran,tetap jagalah niat sucimu untuk separuh dienmu dengan proses perjuanganmu untuk yang barokah.

Pangeran,aku pun juga demikian aku akan setia menunggu semoga Allah memberi jalan terang dan Allah memudahkan pilihan dan ikatan saat pangeran datang tanpa keragu-raguan.

Pangeran,Jagalah dirimu untukku sampai tiba waktu itu beribadah membangun syurga dunia AKhirat dengan ijinNya bersamaku

Pangeran,aku pun juga akan demikian,Aku sedang dan selalu bersiap sampai engkau datang hingga Allah mengijinkan ikatan suci pengikat hati dikumandangkan.

Bismillah, hanya Allah lah yang menguasai atas segala sesuatu di muka bumi ini Samudera kehidupanku, ingin kuukir bersama pangeranku suka dan duka bersamamu,dalam beribadah kepadaNya,

kulukis impian dalam hatiku terkumandangkan dalam bait doaku selalu...

menuju janji indahNya pada setiap insan yang bertaut padaNya Allah....

BY : HIDA

Kamis, 09 Desember 2010

KETIKA MENCINTAI TIDAK BISA MENIKAHI..

Saudaraku..

Ketika kita sudah menyempurnakan Ikhtiar..

Dengan Niat menjaga kesucian diri dari dosa Menjaga kesucian pandangan..

Bahkan sampai dengan proses Ta’aruf yang Terjaga..

Ketika kita juga sudah berdoa setiap hari..

Sholat Istikharah sampai meneteskan airmata bercucuran..

Dan sepertinya Dialah yang terbaik buat kita..

Dialah yang akan menjadi pendamping hidup kita..

Namun..

Ternyata dirinya tidak bersedia menerima kita..

Ternyata dirinya menolak cinta kita..

Oh My God.:( Dunia sepertinya mau Kiamat..

Hati teriris-iris..diri jadi melankolis..^^

Saudaraku.. Memang Alangkah bahagianya jika cinta yang hendak kita bingkai dalam nuansa indah PERNIKAHAN, mendapatkan Sapaan lembut.. Sambutan hangat serta Sunggingan senyum dari dia yg kita dambakan. Namun betapa nestapanya ketika CINTA TULUS yang kita ungkapkan.. ternyata harus BERTEPUK SEBELAH TANGAN.. Cinta Memang Tak Harus Memiliki.. Mungkin kita sering mendengar ungkapan itu.. Mudah diucapkan.. Tapi kenyataannya.. Sulit dilaksanakan..

Saudaraku.. Janganlah bersedih Yakinilah bahwasanya kegagalan cinta yang kita alami.

Tertolaknya cinta yang kita ajukan..

Sudah dirancang,dan ditulis sedemikian rupa oleh Allah..

Semuanya ada hikmahnya saudaraku..

Saudaraku.. Yakinlah bahwa Allah pasti akan memilihkan yang terbaik buat kita.

Jika kita ditolak saat ini.. Berarti Allah sudah menyiapkan buat kita yang lebih baik..

Dari yang Sekarang Menolak kita..

Saudaraku.. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..

Allah ingin menguji kita ,seberapa besar kita terhadap komitmen pernikahan..

Allah ingin lebih mendewasakan kita dan memantapkan kepribadian kita dalam menghadapi kegagalan..

Saudaraku.. Kita mungkin kecewa,frustasi,trauma,sedih serta kehilangan semangat..

Tapi jangan sampai Rasa SEDIHMU itu..memakan hari-harimu..

Ketika engkau terlalu larut dalam kesedihan.

Maka dirimu akan menjadi lemah..

Ya..lemah dalam beribadah..malas dalam bekerja..

Menggiringmu untuk berburuk sangka terhadap Allah..

Dan Syetan akan menggunakan perangkapnya untuk menipumu..

Sehingga gaya hidup kamu bisa menjadi bebas..tak ada aturan


Saudaraku.. Dijamin hari-harimu TIDAK AKAN BAHAGIA..

selama engkau LARUT DALAM KESEDIHAN..

Dunia tak selebar daun kelor..(kata orang dulu^^) Apa kamu tak tahu bahwa dunia ini begitu luas..

Bertebaranlah dibumi Allah yang Luas..

Jodohmu bisa saja ada diseberang Pulau.. Dilain Kota..dilain Provinsi.. tapi bisa juga dekat Rumahmu..

Carilah dengan Jalan yang diridhoi oleh-Nya

Seperti kata Imam Hasan Al Banna “Mimpimu hari ini adalah kenyataan esok hari,Kenyataan hari ini adalah mimpimu hari kemarin” Raihlah mimpimu ..

Yakinlah Saudaraku Harapan itu Masih Ada Carilah Gantinya dengan menjaga Niat Saudaraku..

Carilah seseorang yang bisa melabuhkan cintanya kepada Allah Agar bertambah kekuatan cintamu kepada Allah..

Agar bertambah imanmu ,ketika engkau bersamanya..

Bukan hanya sekedar Melampiaskan Kekecewaan atau Nafsu belaka..

Karena dengan Niat yang Lurus mencari Ridho Allah. insya Allah akan membawa keberkahan..

Saudaraku.. Sambil kita mencari..

Jangan lupa memperbaiki diri..

Perbaiki kekurangan kita dalam segala hal..

Siapkan dari sisi ruhiyah kita,sisi ekonomi kita,kematangan kita,keilmuan kita Kalau kita ingin mendapat pasangan yang berkualitas bagus.. Tentunya kita harus berkualitas bagus juga. “Wanita yang baik-baik..untuk Lelaki yang baik-baik..” begitulah Allah berfirman dalam Surat An-Nuur:26

Saudaraku.. Cobalah hadapi dengan tersenyum..^^

Ya..Karena senyuman menghilangkan tegangnya pikiran..

Senyuman itu menggerakkan 17 otot wajah..

Sementara cemberut atau marah membutuhkan tarikan 32 otot wajah(kata seorang dokter)

Tersenyumlah Saudaraku..

Karena senyuman membuat peredaran darah menjadi lebih baik

Karena senyuman membuat hati menjadi lebih ceria..

Karena senyuman warisan Rasulullah.

Karena senyuman adalah sedekah..

Saudaraku.. Jika kita sudah menyikapi kegagalan dengan bijaksana.

Buatlah suatu prestasi indah yang dikenang sejarah Buatlah dirimu bermanfaat juga buat orang lain..

Buktikanlah.. Bahwa kegagalanmu..malah membuatmu menjadi cambuk..

Cambuk yang akan melejitkan potensi dalam diri..

Membangunkan kita dari tidur lelap. Membukakan mata hati kita..

Agar lebih arif dan bijak memandang kehidupan.


TETAPLAH SEMANGAT..YAKINLAH SAUDARAKU..HARAPAN ITU MASIH ADA^^

Ibnu AlJauzy:”Jika anda tidak mampu menangkap hikmah,bukan karena hikmah itu tidak ada,namun semua itu diakibatkan kelemahan daya ingat anda sendiri,Anda kemudian harus tahu bahwa para Rajapun memiliki rahasia yang tidak diketahui setiap orang,Bagaimana mungkin anda dengan segala kelemahan ada akan mengungkap seluruh hikmahnya?”

“Ya Allah,Berilah kami kekuatan dalam menjalani lika-liku kehidupan ini.Limpahkan belas kasih sayang-Mu kepada kami,sehingga kami bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian yang selalu membawa kebaikan buat kami..”Amiinnn..

Smoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Mohon maaf bila ada kata tak berkenan.. 

AKU INGIN MENCINTAIMU


Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria

menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini

tapi kemudian aku bertanya

bila keceriaan itu kelam dirundung duka

seberapa muram cintaku kan ada?

Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu

memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu

tapi kemudian aku bertanya

kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka

seberapa mampu cintaku memendam praduga?

Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu

membuatku yakin pada putusanmu

tapi kemudian aku bertanya

ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua

seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu?

Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki

menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu

tapi kemudian aku bertanya

jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak

seberapa cintaku tetap bersamamu?

Aku ingin mencintaimu karena tegarnya sikapmu

menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu

tapi kemudian aku bertanya

andai ketegaran itu rapuh diterpa badai

seberapa kuat cintaku bertahan?

Aku ingin mencintaimu karena pengertian yang kau berikan

menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang kau tanam

tapi kemudian aku bertanya

kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat

seberapa ku mampu mengerti cinta ini?

Aku ingin mencintaimu karena luasnya danau kesabaranmu

menambah dalamnya rasa cinta semakin ku mengenalmu

tapi kemudian aku bertanya

mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku

seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Aku ingin mencintaimu karena karena keteguhan imanmu

bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya

tapi kemudian aku bertanya kala iman itu jatuh menurun

seberapa berkurang akhirnya cintaku padamu?

Aku ingin mencintaimu karena kau yang tlah kupilih

sebagai cinta yang kan kupegang sepanjang hayat

tapi kemudian aku bertanyapun hati ini tergoncang

seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup

untuk membuat cinta ini tetap bersama dirimu

maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cintaku..

Aku ingin mencintaimu karena Allah..

karena Dia kan selalu ada tuk menjaga

maka cintaku kan tetap utuh dan setia

hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu

karena cintaku berpulang pada-Nya..

*untuk dia yang ku ingin mencintainya, kata yang ingin kuucap, kupegang dan kupertahankan..

setelah walimatul ursy’..

Bismillahirrahmaanirrahiim.Aku ingin mencintaimu karena Allah..

Jumat, 03 Desember 2010

Siapa Yang Tidak Rindu – Ketika Bidadari Turun Ke Bumi


Mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya..

Siapakah yang orang yang beruntung mendapatkannya ?

Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama Allah. Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit diantara mereka mendiami bumi sekarang ini?

Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai bangkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, dipandang mata, menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Seperti apakah bidadari bumi itu?

Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap perempuan bisa menjadi bidadari bumi, seperti apakah ciri-cirinya?

Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah. Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya. Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi perketi yang mulia. Tidak hobi berdusta, bergunjing dan riya. Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya. Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangkan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah. Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.

Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdiannya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya. “Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah”. (HR. Muslim). Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholihah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Ya Allah, jadikanlah aku orang yang senantiasa dikelilingi oleh bidadari bumi. Agar kelak di syurga aku tidak canggung lagi.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

MENCINTAIMU APA ADANYA

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya

Disaat kamu mulai tidak mencintainya…ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya

Disaat kamu mulai bosan dengannya…ingatlah selalu saat terindah bersamanya

Disaat kamu ingin menduakannya…bayangkan jika dia selalu setia

Saat kamu ingin membohonginya…ingatlah disaat dia jujur padamu

Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu

Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,

Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara

Yang abadi adalah kenangan

Yang ikhlas hanya dari hati

Yang tulus hanya dari sanubari

Tidak mudah mencari yang hilang

Tidak mudah mengejar impian

Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada

Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga.


Ingatlah pada pepatah,

“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif….

Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas

Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun…

Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi

Sehelai benang pun tak bisa dimiliki

Apalagi yang mau diperebutkan

Apalagi yang mau disombongkan

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani

Jangan terlalu perhitungan

Janga hanya mau menang sendiri

Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

Belajarlah tiada hari tanpa kasih

Selalu berlapang dada dan mengalah Hidup ceria, bebas leluasa…

Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan….

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan .

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus…

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Kamis, 02 Desember 2010

C I N T A

Seorang anak laki enam tahunan tampak berlari menjauh dari rumahnya. Beberapa saat sebelumnya, suara kaca pecah sempat menghentikan kesibukan orang-orang di sekitar rumah. Ada penjual jamu, tukang sayur yang lewat, beberapa orang yang berlalu lalang. Mereka menoleh sebentar, dan berujar pelan, "Ah, anak itu lagi!"

Perilaku nakal anak itu ternyata bukan pemandangan baru buat orang-orang yang kerap berada di sekitar rumah. Hampir tiap hari, bahkan bisa tiga kali sehari, anak itu melakukan kegaduhan. Dan kegaduhan itu selalu terjadi di sekitar rumahnya. Mulai suara gelas yang pecah, dobrakan pintu, dan yang baru saja terjadi, pecahnya kaca jendela.

Seperti biasanya, seorang ibu keluar sesaat setelah anak nakal itu berlari menjauh dari rumah. Sambil memanggil-manggil sang anak, ibu itu tidak memperlihatkan rona marah yang membara. Tidak juga berteriak-teriak mengancam, umumnya seorang yang memendam kesal. Ia hanya memanggil-manggil nama anaknya dan dua kata setelahnya, "Sini sayang!"

Kali ini, sang anak tidak seperti biasanya yang terus berlari menjauh. Ia berhenti. Ia menoleh ke arah suara yang memanggil-manggil namanya. "Ibu," desisnya pelan. Wajah kesalnya tiba-tiba pudar berganti penyesalan. Dan ia pun membiarkan dirinya dihampiri seseorang yang ia sebut ibu.

"Nak!" suara sang ibu sambil tangan kanannya meraih rambut sang anak. Tangan itu pun membelai lembut rambut sang anak.

"Bu, ibu nggak marah?" suara sang anak sambil wajahnya mendongak menatap wajah sang ibu. "Anakku, kenapa ibu harus marah?" jawab sang ibu singkat.

Sang anak pun tiba-tiba mendekap ibunya yang agak membungkuk mensejajarkan diri dengan anaknya. "Bu," suara sang anak tiba-tiba. Sambil terus membelai rambut sang anak, wajah sang ibu makin memperlihatkan senyumnya yang sejuk di mata anaknya. "Ada apa, sayang?" ucap sang ibu lembut.

"Kenapa ibu bisa seperti ini? Padahal aku sudah begitu nakal?" tanya si anak yang mulai mengendurkan dekapannya.

"Anakku," ujar si ibu. "Inilah cinta!" lanjut suara sang ibu sembari tetap menampakkan senyum lembut kepada anaknya.

***

Begitu banyak tingkah nakal anak-anak manusia di bumi ini. Begitu banyak kerusakan yang mereka tampakkan sehingga kehidupan menjadi gaduh. Orang-orang yang kebetulan berada di sekitar kegaduhan pun ikut merasakan gangguan-gangguan itu.

Tapi, bersamaan dengan tingkah nakal itu, selalu muncul suara-suara lembut yang memanggil-manggil anak manusia untuk kembali. Seolah, suara panggilan itu mengatakan, "Kembali, sayang!"

Padahal, anak-anak manusia yang nakal itu sedikit pun tidak sebanding dengan kegagahan gunung yang menjulang, kedahsyatan halilintar yang siap menyambar, kekokohan susunan bebatuan bumi yang begitu mudah menghimpit makhluk yang hidup di atasnya. Belum lagi dengan kedahsyatan terjangan ombak samudra yang bisa berubah drastis menjadi begitu menyeramkan.

Tapi kenapa, justru suara lembut yang selalu memanggil-manggil dari balik menjauhnya anak-anak manusia yang nakal.

Cinta. Itulah mungkin sebuah jawaban yang pas. Seperti yang diucapkan sang ibu kepada anaknya, "Cinta anakku!" Atau dalam bahasa yang lain, seperti yang diucapkan oleh Yang Maha Sayang, "Warahmati wasi'at kulla sya'i, cinta-Ku meliputi segala sesuatu!"

Sayangnya, belum semua anak manusia mau menyimak sapaan kembali dan mencoba menengadah untuk membalas cinta dari Yang Maha Sayang. (muhammadnuh@eramuslim.com)

T A M A N

Seorang ayah mengajak isteri dan anak-anaknya berwisata keluar kota. Sang ayah berharap agar keluarga yang dipimpinnya bisa menemukan ketenangan, rileksasi, dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.

Tibalah sang ayah dan keluarganya di suatu tempat yang penuh dengan suasana hijau. Pepohonan nan rindang menyejukkan pandangan mata, rerumputan yang senantiasa menghaluskan pijakan dan tapakan kaki yang begitu lelah dengan suasana kota. Suasana pegunungan nan biru menyegarkan kembali harmonisasi hubungan keluarga.

“Ah, sungguh tempat yang tepat untuk mencari ketenangan,” ujar sang ayah sambil memandangi keriangan isteri dan anak-anaknya ketika membaur dengan suasana hijau. Sebuah penginapan pun menanti mereka untuk mendapatkan kesegaran baru dari penatnya perjalanan jauh.

Hari pun berganti, dan tibalah sang ayah dan keluarga yang dipimpimnya kembali menuju kehidupan kota. Mulailah terbayang oleh masing-masing mereka sebuah kepenatan, kebisingan, kekhawatiran, dan berbagai ketidaknyamanan yang seperti biasa mereka hadapi.

Sang ayah memandangi reaksi mereka satu per satu ketika kendaraan yang mereka tumpangi berhenti di rumah mereka yang padat. “Ah, aku hanya mengajak keluargaku lari dari kebisingan. Bukan ketenangan yang hakiki,” batin sang ayah sambil menyemangati isteri dan anak-anaknya dengan hiasan senyuman.

***

Hidup butuh keseimbangan. Ketika kepenatan dan berbagai perasaan tak nyaman menumpuk, orang butuh ketenangan. Itulah arah yang mereka kejar untuk mendapatkan keseimbangan baru dalam hidup.

Sayangnya, ketenangan yang mereka cari hanya sebuah selingan dari berbagai himpitan kesibukan hidup yang sangat melelahkan. Ketenangan dalam taman-taman yang mereka cari, ternyata hanya lapisan tipis gula pemanis dari tumpukan pahitnya hidup yang menggelut.

Bukan itu taman yang sebenarnya mereka cari. Taman ketenangan yang melahirkan keseimbangan hidup sebenarnya tidak semahal yang selama ini orang kejar. Ia dalam diri setiap manusia. Itulah hati. Berzikirlah, niscaya ketenangan akan melekat dalam hati untuk kurun yang lama.

Berzikirlah dan berzikirlah, karena di situlah ketenangan yang hakiki. Berzikirlah, karena di situlah taman penenang hati yang sebenarnya.” (muhammadnuh@eramuslim.com)

Senin, 29 November 2010

Kasih Abadi di Bumi

Di suatu hari yang begitu indah dan damai, langit cerah berhias gumpalan-gumpalan awan putih. Angin bertiup dengan lembut. Sesosok malaikat turun ke langit dunia. Ia menjelajahi berbagai tempat yang ada, dari luasnya padang sahara hingga gunung-gununug tinggi yang tertancap kokoh di bumi. Disinggahinya sudut-sudut kampung di kota hingga ke pelosok desa.

~~@~~

Saat senja mulai menyapa dengan semburat merah jingganya, sang malaikat membentangkan sayapnya dan berkata, “ Kunjunganku hampir usai dan aku harus segera kembali ke dunia cahaya. Aku harus membawa sesuatu sebagai penanda kedatanganku ini.”

Ia melihat suatu taman bunga yang indah. Berbagai macam bunga tumbuh di situ. “Subhanallah, sungguh wangi dan indah bunga ini.” katanya penuh takjub.

Ia petik beberapa mawar beraneka warna. Dirangkainya sedemikian rupa seraya berkata, “ Tak ada yang lebih indah dan wangi daripada bunga mawar ini. Aku akan membawanya.”

Ia kembali terbang dan tanpa sengaja melihat seorang bayi dalam buaian bundanya. Bayi itu tersenyum riang dengan mata yang berbinar indah menatap bundanya.

Sang malaikat pun berkata,” Subhanallah, senyum bayi itu lebih cantik daripada rangkaian bunga ini. Akan kubawa pula senyuman itu.”

Ketika malaikat itu melihat sang bunda, ia sangat tertegun. Terlihat olehnya suatu pancaran kasih yang begitu tulus. Mengalir begitu lembut dalam setiap geraknya, menyelubungi dia dan bayi mungilnya. Malaikat pun kembali berkata, “Subhanallah, ternyata kasih bundalah yang tercantik di bumi ini. Aku akan membawa kasih bunda ini ke dunia cahaya.”

~~@~~

Sang malaikat pun mengepakkan sayap-sayapnya, terbang dengan membawa ketiga hal tersebut ke dunia cahaya. Ketika melewati gerbang cahaya, ia berhenti. Dilihatnya satu-persatu bawaannya. Rangkaian bunga mawar tlah layu. Senyuman bayi yang cantik telah pudar. Sementara kasih bunda masih ada, kecantikan sempurna dalam ketulusan sejati.

Ia membuang rangkaian bunga yang layu dan senyuman yang tlah pudar. Kembali ia kepakkan sayap-sayapnya melewati garbang cahaya. Dihimpunnya malaikat-malaikat dunia cahaya dan berkata, “ Inilah satu-satunya hal di bumi yang akan selalu indah dan abadi, yaitu kasih bunda….”

~~@~~

Ketika Akhwat Jatuh Cinta


♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Akhwat Jatuh Cinta??

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...

Bukankah cinta adalah fitrah manusia???

Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???

Mereka juga punya hati dan rasa...


Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya??? Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Namun sebaliknya...

Ketika Akhwat Jatuh Cinta...

Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap... Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu… Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai… Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah… Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…

Ketika Akhwat Jatuh Cinta…

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…

Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya… Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan....

Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta… Karena yang ada adalah penderitaan…

Tapi ukhti… Bersabarlah… Jadikan ini ujian dari Rabbmu…

Matikan rasa itu secepatnya…

Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…

Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…

Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…

Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…

Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...

Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…

Semua Akan Indah Pada Waktunya…

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Hatiku, Hatimu, Hati Kita,,, Hati-Hati !

Dalam pergaulan, seringkali manusia menemukan orang-orang yang kadang kadang kasar dan tak segan-segan mempermalukan orang lain di depan umum, dengan caci maki atau penghinaan, yang anehnya, orang kasar seperti itu bukan hanya di temukan pada orang yang , maaf, kurang pendidikan atau “tak makan bangku sekolahan” , Kata-kata kasar , memaki atau menghina orang lain di depan umum, ternyata juga dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai pendidikan tinggi alias sudah “makan bangku sekolahan atau makan bangku kuliahan”, bahkan kadang-kadang punya gelar akademis yang berjejer, di depan atau di belakang namanya.

Aneh memang, orang yang punya pendidikan tinggi, kok kata-katanya kasar dan tak segan menghina orang lain di depan umum, lalu akhlaknya dikemanakan ? Kalau orang yang tak punya pendidikan, mungkin kita bisa maklum, tapi itulah manusia. Mungkin saja, menghina atau kata-kata kasar sudah bawaan,” dari sananya”, hingga sering kali atau dengan mudahnya kata kasar keluar dari mulutnya, bahkan sering kali juga keluar kata-kata binatang dalam sumpah serapahnya ! Mari kita berlindung kepada Allah SWT dari perbuatan yang demikian.

Orang yang demikian itu mungkin lupa, belum mengetahui atau pura-pura tidak mengetahui agar berkata lemah lembut dalam kegiatan apapun, bukankah Nabi mengajarkan kelembutan, rendah hati, ramah dan berbagai tingkah laku sopan lainnya ? Kalau kita berlaku kasar, ketika kita mengajak orang pada kebaikan, sepertinya mustahil mereka akan mengikuti apa yang akan kita katakan, iyakan ? Loh gimana mau ikut, kalau yang mengajak sudah penuh kekasaran ?

Namun demikian, kalau kita yang mendapat hinaan, cacian atau sumpah serapah lainnya, kalau mau membalas, iya silahkan saja, namun memaafkan itu lebih baik. Kalau soal dihina, sepertinya kita belum apa-apa, dibandingkan dengan para pembawa risalah ketuhanan, Mereka bukan hanya di sumpah serapah dengan kata-kata kasar, bahkan di “cap” gila, mana ada hinaan, caci maki yang lebih kasar dari “cap” gila ?

Nah, saat menghadapi hinaan, caci maki atau apapun namanya yang bernada kasar, maka diperlukan sikap yang bijak, jangan di lawan. Di lawan, sama “gila”nya. Pada saat itu memang diperlukan penataan hati yang sebaik-baiknya, agar tak mudah marah atau mudah tersinggung, buat apa tersinggung ? Toh hinaan atau caci maki tidak menyebabkan kematian, tidak menyebabkan orang sedang dihina menjadi hina atau tercela, yang terjadi sebaliknya, yaitu justru yang yang sering menghina orang lain dengan kata-katanya yang amat kasar, apa lagi di depan umum atau di hadapan orang banyak, kualitas orang itu sudah sangat-sangat jelas, sangat rendah, sangat hina. Jadi, mengapa takut dihina ? Mengapa tersinggung bila di hina ? Mengapa sakit hati bila di hina ?

Begitu juga , ketika mungkin saja, orang-orang yang dicintai, dikasihi atau di sayangi tiba-tiba meninggalkanmu, pada saat itu di perlukan penataan hati, agar yang terjadi tidak putus asa, tidak membawa kepada hal-hal yang tak di inginkan. Karena sering kali kita temukan, orang dengan mudah saja, menghabisinya hidupnya, hanya disebabkan ‘patah hati” atau “hatinya patah” hatinya luka, berdarah-darah, yang katanya sakitnya bukan main. Pada saat itu benar-benar harus di tata hatinya, dikembalikan pada Sang Pemilik Hati yang sesungguhnya, yaitu Allah SWT.

Sakit hati karena hinaan atau cacai maki, normal saja, karena manusia memang punya perasaan dan perasaan itu berhubungan dengan hati. Namun agar hati tidak sakit karena hinaan atau sumpah serapah orang lain, ada metode yang menarik yang bisa digunakan, salah satunya adalah : ketika kau dimarahi oleh orang lain, ntah itu atasanmu atau bosmu dalam bekerja, atau temanmu yang tiba-tiba saja marah dan “menyemprot”mu dengan kata-kata kasar atau siapa saja yang marah padamu dengan mengeluarkan kata-kata kasar, senyumlah pada saat itu, perhatikan orang yang sedang marah itu, jadikan “tontonan” yang menarik, niscaya kau akan menemukan “sesuatu” yang memang menarik.

Loh gimana sih, orang marah kok menarik ? Ya, menarik untuk menjadi “tontonan”mu secara gratis dan kaupun tak menjadi sakit hati karenanya, kaupun tak tersinggung karena marahnya, kau mungkin bisa, malah menjadi senang karena marahnya ? Loh kok bisa ? Coba aja deh, bila suatu saat kau di marahi orang, siapapun orangnya, hadapi dengan tenang, nikmati marahnya dan tersenyumlah. Niscaya ada ‘sesuatu” di hatimu pada saat itu, bukan hatimu sakit, malah bahagia, apa lagi bila mengetahui bahwa saat kita di hina, dimarahi, di sakiti oleh orang lain, padahal kita tak menyakiti mereka, maka sudah suatu keuntungan yang luar biasa, tanpa usaha apa-apa, pahala kita bertambah dari orang yang menyakiti kita, menghina kita dan dosa-dosa kita berkurang, karena sudah diambil oleh orang yang sedang menghina atau memarahi kita, enak kan ? Membahagiakan bukan ?

Ada memang atau bahkan banyak, dimana orang ketika dimarahi atau dihina, menimbulkan dendam, apa lagi yang menghina atau yang memarahi adalah orang yang lebih atas darinya, baik usianya, kedudukannya, pekerjaannya, jabatannya dan lainnya sebagainya, dimana dia tak dapat membalasnya, bahkan tertunduk diam, malu, gemeteran, keluar keringat dingin dan lainsebagainya, pokoknya runyam. Nah bagaimana bila terjadi demikian ? Lagi-lagi perlu penataan hati, perlu ketenangan hati, perlu ketajaman mata hati. Yang jelas, jangan patah hati, jangan sakit hati. Katakanlah : Dimarahi bukan akhir perjalanan hidup, di hina, tidak menyebabkan kematian, di hina, tidak menghancurkan kehidupan. Lalu mengapa menjadi sakit hati karenanya ? Lalu mengapa perlu dendam ? Buat apa dendam, bukankah dendam hanya menambah penyakit dalam hati ?

Mengapa perlu ketajaman mata hati ? Hati yang matanya tajam, tak akan mudah tersinggung dengan berbagai hinaan, caci maki, celaan atau “cap” apapun yang bernada buruk. Hati yang tajam adalah hati yang penuh dengan keikhlasan, hati yang penuh dengan nada-nada kasih sayang dan kelembutan pada apa dan siapapun, termasuk pada orang-orang yang menghinanya, mencaci makinya, yang mencelanya. Orang yang penuh keikhlasan dalam hatinya, akan mendoakan orang yang menghinanya agar mendapat taufik dan hidayahNya, agar orang yang tadinya penuh dengan kata-kata kasar, akan berubah 180 derajat menjadi sangat lembut dan sangat santun. Ah, alangkah indahnya bila hidup ini dipenuhi oleh orang yang hatinya lapang, hatinya ikhlas, hatinya lembut, hatinya penuh kedamaian, hatinya penuh maaf, hatinya penuh doa untuk orang lain.

Nah, orang yang sudah punya ketajaman mata hati, tak mudah tersinggung dengan kata-kata kasar orang lain, tak mudah marah ketika orang menyidir dirinya, tak mudah sakit hati ketika orang lain menghinanya, tak mudah dendam ketika dikhianati orang lain, tak mudah marah-marah bila menemukan sesuatu yang tak berkenan di hatinya, tak mudah menyalahkan orang lain ketika sesuatu menimpa dirinya, tak mudah mencari “kambing hitam” atas kesalahnnya sendiri, tak mudah sakit hati bila di tinggal pergi orang yang dicintai, tak menyerah bila sesuatu yang dicita-citakan tak tercapai, tak mudah mengrung diri bila dijauhi, tak mudah melarikan diri bila ujian datang menghampiri, tak mudah putus asa bila harapan tak sesui dengan kenyataan dan seterus. Yang ada di hati dan lisannya adalah tetap pujian untukNya, alhamdulillah, alhamdulillah dan alhamdulillah. Marilah kita menata hati, hatiku, hatimu, hati kita, hati-hati ! Agar hati kita tak punya penyakit hati, agar hati kita tak mudah sakit ketika di sakiti, Insya Allah !

Selasa, 23 November 2010

Ikhlas Itu Indah


Hujan rintik-rintik membasahi bumi, udara berhembus terasa segar. Seorang pemuda telah selesai menunaikan sholat dzuhur berjamaah di masjid. Pandangannya menyapu ke arah halaman masjid, tidak jauh darinya ada seorang perempuan tua yang duduk ditengah lapangan menarik perhatiannya. Tiba-tiba sebuah tas kecil dari tempat nenek itu terbang tertiup angin kencang. Segera pemuda itu memperhatikan teriakan nenek itu minta tolong, ingin tasnya diambilkan.

Merasa terpanggil pemuda itu segera berlari mengejar tas kecil, terlihat tas itu telah melesat jauh, dia berlari dengan terengah-engah kelelahan. Berlarilah pemuda itu sekuat tenaga dan tas kecil itu berhasil juga dipegangnya. Nampak keringat bercucuran, dengan hati penuh kebahagiaan dia berlari kecil mengantarkan tas kecil. Terlintas didalam hatinya lelah yang dirasakan tentunya akan disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih sang nenek sudah cukup sebagai balasan atas kebaikan yang telah dilakukannya.

Namun diluar didugaannya, sang nenek segera merebut tas kecil itu dan membalikkan tubuhnya dengan wajah yang cemberut, sepintas seperti marah. Pemuda terkejut bukan main. Jangankan senyuman dan ucapan terima kasih, wajah ramahpun tidak terlihat. Pemuda itu kebingungan. ‘Apa dosaku ya?’ ucapnya lirih. Dia tak bisa bergerak, malu, kesal, kecewa tercampur aduk.

Berkali-kali pemuda istighfar, siang itu dirinya menemukan pelajaran yaitu makna ikhlas. Ya tentang keikhlasan. Keikhlasan berarti tidak pernah berharap apapun, bahkan balasan walaupun berupa senyuman dari yang kita perbuat. Lakukanlah segala perbuatan baik semata-mata karena Allah. Itulah yang disebut dengan ikhlas. Siang itu dihalaman masjid, pemuda itu mendapatkan pelajaran bahwa ikhlas itu indah.

‘Dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka, tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakan.’ (QS. At-Thuur : 21).


Bunga Mawar Di Hati Kita

Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.

Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.

Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula
duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa
duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.

Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”

Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.

=====

Sahabat, kisah tadi memang sudah selesai. Tapi, ada ada satu pesan moral yang bisa kita raih didalamnya. Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Allah lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.

Namun sayang, ada sebagian dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Merasakan hanya kelemahan yang ada pada dirinya. Merasa hanya menjadi beban bagi orang lain. Banyak dari saudara kita yang hanya melihat sisi buruk, sehingga dalam menjalani kehidupan ini dipenuhi dengan kepesimisan seolah menolak keberadaan mereka sendiri. Saudara kita itu sering kecewa dengan dirinya dan tidak mau menerimanya. Mereka berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang akan tumbuh dari nya. Sehingga menolak untuk “menyirami” hal-hal baik yang sebenarnya telah adadan tak pernah memahami potensi yang dimilikinya.

Mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari, adanya mawar itu.

Sahabat, jika kita bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu,
kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk
membuatnya merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan pada mereka akan keberadaan mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri yang muncul.

Semerbak harumn mawar pada hati mereka akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu dalam jiwa-jiwa kita, dan kembali kita bagikan pada mereka yang merasa tersisih dan tersingkir. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa. Kebahagiaan kita adalah saat kita menemukan mereka, jiwa-jiwa yang tersisih, jiwa-jiwa yang pesimis, tersenyum bahagia, seolah menemukan udara disaat mereka akan kehabisan oksigen.






Senin, 01 November 2010

MY WISHES


Bila ku temukan rasa lain dihati, itu karena rahmat-Mu dan hidayah-Mu.
Tak bisa ku pungkiri, Engkau begitu dekat padaku.
Walau ku tau aku baru belajar merangkak, melangkah dan berjalan,

Engaku sudah mengejarku, berlari mendekat.
Terus terangi, terus bimbing langkahku, terus ajari, terus berikan aku setitik harapan disetiap permohonanku.....

Mentari esok
kan menjadi harapan bagi ku, rembulan kan membimbing aku sujud memohon belas kasih-Mu.

Dan aku berkata "Subhanallah, terimakasih ya Alla, aku masih Kau beri nafas hari ini, menikmati udara pagi sampai diusiaku sekarang, menikmati rahmat dan karunia-Mu yang tiada
tara"

My Wishes